Tag Archives: Ibnul Qoyyim

Meraih Kesucian Hati

Hati adalah pusat ilmu dan ketaqwaan, cinta dan benci, keragu-raguan dan bencana. Ialah yang mengetahui jalan menuju Allah, sedangkan anggota tubuh lainnya hanyalah mengikuti dan berkhidmat kepadanya. Para salafush shalih memperoleh kearifan dalam hidupnya tidak lain adalah karena kualitas hati mereka ketika beribadah kepada Allah, yang suci dan bersih dari noda-noda kemaksiatan, sehingga mereka pun memiliki keistimewaan di sisi Allah. Sungguh Allah telah berfirman yang artinya: “(Yaitu) pada hari ketika harta dan anak-anak tidak bermanfaat, kecuali orang yang datang kepada Allah dengan hati yang selamat.” QS. As Syu’aro [26]: 88-89

Hati yang suci adalah hati yang selamat. Hati yang selamat yaitu hati yang terbebas dari kejelekan syahwat/hawa nafsu dan keinginan yang bertentangan dengan perintah Allah, dan dari setiap syubhat (kerancuan/ketidakjelasan) yang menyeleweng dari kebenaran.

Baca selanjutnya…

Advertisements

Hanya Allah Yang Mengetahui Ilmu Ghoib

Tidak sedikit kita jumpai orang-orang yang mengaku tahu urusan (ilmu) ghoib di zaman kita sekarang ini, disamping marak dan merebaknya praktek-praktek kesyirikan yang dilakukan oleh umat. Sungguh membuat miris dan sedih hati ini melihatnya. Apalagi, klaim (pengakuan) ini mereka jadikan sebagai profesi dan ladang bisnis untuk menipu dan memakan harta manusia dengan cara yang batil. Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un. Oleh sebab inilah, penulis ingin menyampaikan masalah ini menurut pandangan Islam agar kita tidak tertipu dan tidak melangkah tanpa dalil. Semoga Allah senantiasa memberi petunjuk kepada kita semua.

Pengertian Ghoib
Berkata ar-Roghib al-Asfahani: “(Ghoib adalah) sesuatu yang tidak dapat dijangkau oleh indera dan akal manusia, tetapi hanya diketahui berdasarkan wahyu yang diturunkan kepada para utusan-Nya.” Mufrodat li Alfazh al-Quran: 617

Baca selanjutnya…

Bentengi Diri dengan Takwa

Bulletin al-Huda Edisi 091 – Dzulqaidah 1431 H

Sering kita mendengar ajakan dan seruan khotib jum’at atau penceramah untuk selalu bertakwa kepada Allah. Namun, kenyataannya kalimat ini (takwa) sangat mudah diucapkan oleh lisan tetapi sangat berat dilakukan oleh dan anggota badan. Buktinya, masih banyak tindak kemaksiatan yang terjadi dihadapan mata yang mengindikasikan tipisnya benteng ketakwaan pelakunya.

Sebenarnya, jika tahu berbagai rahasia agung di balik takwa tentu kita tidak akan bermalas-malasan dalam bertakwa kepada Allah pada setiap tempat dan waktu. Untuk itu, dengan memohon pertolongan dari Allah kami mengangkat masalah ini kehadapan pembaca. Semoga ketakwaan kita kita yang makin tipis ini menjadi lebih tebal, dengan izin Allah. Aamiin.

Pengertian Takwa

Takwa secara bahasa berasal dari kata waqo- yaqi- waqoyaatan yang berarti menjaga dan melindungi. Sedangkan maksud taqwallah adalah rasa takut kepada Allah dengan menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya. (Mu’jam al-Wasith: 1052, Lisan al-Arab: 15/404)

Baca selanjutnya…