Tag Archives: Abu Hurairah

Meraih Kesucian Hati

Hati adalah pusat ilmu dan ketaqwaan, cinta dan benci, keragu-raguan dan bencana. Ialah yang mengetahui jalan menuju Allah, sedangkan anggota tubuh lainnya hanyalah mengikuti dan berkhidmat kepadanya. Para salafush shalih memperoleh kearifan dalam hidupnya tidak lain adalah karena kualitas hati mereka ketika beribadah kepada Allah, yang suci dan bersih dari noda-noda kemaksiatan, sehingga mereka pun memiliki keistimewaan di sisi Allah. Sungguh Allah telah berfirman yang artinya: “(Yaitu) pada hari ketika harta dan anak-anak tidak bermanfaat, kecuali orang yang datang kepada Allah dengan hati yang selamat.” QS. As Syu’aro [26]: 88-89

Hati yang suci adalah hati yang selamat. Hati yang selamat yaitu hati yang terbebas dari kejelekan syahwat/hawa nafsu dan keinginan yang bertentangan dengan perintah Allah, dan dari setiap syubhat (kerancuan/ketidakjelasan) yang menyeleweng dari kebenaran.

Baca selanjutnya…

Advertisements

Dusta dan Bahayanya

Di era globalisasi sekarang ini, kebohongan dan kepalsuan telah menjalar dan menjadi borok di setiap lapisan masyarakat. Sebagian umat Islam pun ada yang kecanduan dengan sikap tercela ini. Tulisan di bawah ini mudah-mudahan menguatkan kita semua untuk menghindari kebiasaan tercela tersebut. Allah telah melarang dengan tegas dalam al-Quran dan as-Sunnah dan para ulama pun telah bersepakat tentang tercelanya dusta. Ketahuilah, kejujuran adalah ukuran kabahagiaan dunia dan akhirat. Tiada kunci kebahagiaan dan ketentraman hakiki melainkan bersikap jujur  di manapun kita berada. Kejujuran merupakan nikmat Allah Ta’ala –yang sepatutnya seorang hamba merealisasikannya-  sekaligus penopang utama bagi berlangsungnya kehidupan dan kejayaan Islam.

Baca selanjutnya…

Menghindari Utang

Berhutang merupakan kenyataan yang melanda hampir setiap rumah tangga muslim, apalagi ketika lebaran seperti sekarang ini. Agar anda terhindar dari jerat hutang dan tidak menyesal karenanya, praktekkanlah nasehat-nasehat di bawah ini:

Renungkanlah selalu hadits-hadits tentang akibat hutang.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mendatangi seorang laki-laki (yang meninggal dunia) untuk dishalatkan, maka beliau bersabda, artinya: “Shalatkanlah teman kalian, karena sesungguhnya dia memiliki hutang.” Dalam riwayat lain disebutkan: “Apakah teman kalian ini memiliki hutang? Mereka menjawab, ‘Ya, dua dinar’. Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam mundur seraya bersabda, ‘Shalatkanlah teman kalian!’ Lalu Abu Qatadah berkata, ‘Hutangnya menjadi tanggunganku’. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Penuhilah (janjimu)!, lalu beliau menshalatkannya.” (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah, shahih).
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Jiwa seorang mukmin itu terkatung-katung karena hutangnya, sampai ia dibayarkan.” (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah, shahih).

Baca selanjutnya…

Pengaruh Teman Bergaul yang Baik

Teman bergaul dan lingkungan yang Islami, sungguh sangat mendukung seseorang menjadi lebih baik dan bisa terus istiqomah. Sebelumnya bisa jadi malas-malasan. Namun karena melihat temannya tidak sering tidur pagi, ia pun rajin. Sebelumnya menyentuh al Qur’an pun tidak. Namun karena melihat temannya begitu rajin tilawah Al Qur’an, ia pun tertular rajinnya.

Perintah Agar Bergaul dengan Orang-Orang yang Sholih

Allah menyatakan dalam Al Qur’an bahwa salah satu sebab utama yang membantu menguatkan iman para shahabat Nabi adalah keberadaan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di tengah-tengah mereka. Allah Ta’ala berfirman,

وَكَيْفَ تَكْفُرُونَ وَأَنْتُمْ تُتْلَى عَلَيْكُمْ آَيَاتُ اللَّهِ وَفِيكُمْ رَسُولُهُ وَمَنْ يَعْتَصِمْ بِاللَّهِ فَقَدْ هُدِيَ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

Bagaimana mungkin (tidak mungkin) kalian menjadi kafir, sedangkan ayat-ayat Allah dibacakan kepada kalian, dan Rasul-Nyapun berada ditengah-tengah kalian? Dan barangsiapa yang berpegang teguh kepada (agama) Allah maka sesungguhnya dia telah diberi petunjuk kepada jalan yang lurus.” (QS. Ali ‘Imran: 101).

Allah juga memerintahkan agar selalu bersama dengan orang-orang yang baik. Allah Ta’ala berfirman,

Baca selanjutnya…