Tag Archives: Abu Dzar al-Ghifari

Wajibnya Taat Kepada Pemimpin

Alangkah tentram dan nyaman hidup ini bilamana rakyat dan pemimpinnya saling mencintai, saling menghormati, dan saling menghargai. Seorang pemimpin melaksanakan kewajibannya yang menjadi sarana untuk mewujudkan tujuan-tujuan diadakannya kepemimpinan. Demikian pula dengan rakyatnya, mereka memiliki kewajiban terhadap pemimpinnya yang harus mereka realisasikan demi mewujudkan tujuan yang sama. Karena hubungan pemimpin dan rakyatnya atau sebaliknya mempunyai andil yang sangat besar di dalam sebuah kepemimpinan. Akan tetapi, hendaknya hubungan ini berjalan di atas dasar al-Quran dan as-sunnah as-shohihah serta tidak keluar dari contoh amalan para salaful ummah, yaitu para sahabat dan orang-orang yang setelah mereka dari kalangan tabi’in dan tabi’ut tabi’in. Karena di dalamnya terdapat kemaslahatan besar bagi manusia di dunia dan di akhiratnya. Antara pemimpin dan rakyat sama-sama bertanggung jawab dalam mengemban amanah dalam rangka beribadah kepada Allah bukan semata-mata untuk motivasi duniawi, tetapi benar-benar menjalankan tugas Ilahi agar dunia menjadi tentram untuk tujuan yang hakiki, meraih kehidupan akhirat yang kekal abadi.

Baca selanjutnya…

Advertisements

Bentengi Diri dengan Takwa

Bulletin al-Huda Edisi 091 – Dzulqaidah 1431 H

Sering kita mendengar ajakan dan seruan khotib jum’at atau penceramah untuk selalu bertakwa kepada Allah. Namun, kenyataannya kalimat ini (takwa) sangat mudah diucapkan oleh lisan tetapi sangat berat dilakukan oleh dan anggota badan. Buktinya, masih banyak tindak kemaksiatan yang terjadi dihadapan mata yang mengindikasikan tipisnya benteng ketakwaan pelakunya.

Sebenarnya, jika tahu berbagai rahasia agung di balik takwa tentu kita tidak akan bermalas-malasan dalam bertakwa kepada Allah pada setiap tempat dan waktu. Untuk itu, dengan memohon pertolongan dari Allah kami mengangkat masalah ini kehadapan pembaca. Semoga ketakwaan kita kita yang makin tipis ini menjadi lebih tebal, dengan izin Allah. Aamiin.

Pengertian Takwa

Takwa secara bahasa berasal dari kata waqo- yaqi- waqoyaatan yang berarti menjaga dan melindungi. Sedangkan maksud taqwallah adalah rasa takut kepada Allah dengan menjalankan perintahNya dan menjauhi laranganNya. (Mu’jam al-Wasith: 1052, Lisan al-Arab: 15/404)

Baca selanjutnya…