Berwudhu Sesuai Sunnah

Saudaraku sekalian yang dirahmati oleh Allah, wudhu adalah suatu masalah yang sangat penting di dalam ajaran Islam lantaran dia merupakan syarat sahnya sholat. Allah enggan menerima shalat seorang hamba selagi dia belum bersuci atau berwudhu terlebih dahulu ketika akan memulai shalatnya. Di samping itu, bila seseorang berwudhu kemudian tidak sempurna wudhunya atau tidak mengikuti tata cara wudhu Nabi maka shalatnya pun diragukan keabsahannya. Bahkan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mengancam dengan api neraka terhadap orang yang tidak mencuci kakinya dengan sempurna. Lantaran begitu pentingnya permasalahan ini dan juga banyaknya kaum muslimin yang belum mengetahui tatacara wudhu Nabi shallallahu alaihi wa sallam, maka penulis berusaha –dengan senantiasa memohon dan mengharap pertolongan dari Allah– untuk membahas permasalahan ini. Semoga bermanfaat.

Dalil Disyariatkannya Wudhu
Allah Ta’ala berfirman yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki….” QS. Al-Maidah [5]: 6

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda yang artinya: “Allah tidak menerima shalat orang yang tidak bersuci.” HR. Muslim: 224

Dan juga sabda beliau shallallahu alaihi wa sallam yang artinya: “Allah tidak menerima shalat salah seorang di antara kamu apabila ia berhadats, hingga ia berwudhu.” HR. Bukhari: 6954, Muslim: 225

Keutamaan dan Keistimewaan Wudhu
Wahai saudaraku, sesungguhnya wudhu itu memiliki beberapa keutamaan dan keistimewaan, diantaranya:

1.      Merupakan bagian dari iman
Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu alahi wa sallam yang artinya: “Bersuci itu sebagian dari iman.” HR. Muslim: 223

2.      Sebab diampuni dan terhapusnya dosa-dosa
Berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam yang artinya: “Barangsiapa yang berwudhu lalu ia sempurnakan wudhunya, niscaya akan keluar dosa-dosanya dari tubuhnya, sampai keluar (dosa-dosa) dari bawah kuku-kuku jarinya.” HR. Muslim: 245

Dan juga sabda beliau yang artinya: “Barangsiapa berwudhu seperti (wudhuku) ini, niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Dan perjalanannya menuju masjid serta shalatnya adalah sebagai tambahan pahala baginya.” HR. Muslim: 229

3.      Akan mendapatkan surga
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda yang artinya: “Barangsiapa berwudhu kemudian ia sempurna wudhunya, kemudian shalat dua rakaat yang ia hadapkan hati dan wajahnya (kepada Allah), maka pasti ia akan mendapatkan surga.” HR. Muslim: 234, Nasai: 151

Sifat Wudhu Nabi

1.      Niat
Sebagaimana sabda Nabi shallallahu alaihi wa sallam yang artinya: “Sesungguhnya segala perbuatan itu tergantung pada niat, dan setiap orang akan mendapatkan (balasan) menurut apa yang diniatkannya.” HR. Bukhari: 1, 6689, Muslim: 4927

Dan niat itu tempatnya di hati bukan di lisan. Seseorang yang hendak berwudhu maka cukup baginya untuk berniat di dalam hatinya tanpa harus mengucapkannya dengan lisan. Inilah yang dicontohkan oleh Nabi dan para sahabatnya.

2.      Tasmiyah (membaca”Bismillah”)
Ini merupakan perkara wajib yang tidak boleh ditinggalkan. Sabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam yang artinya: “Tidak ada wudhu bagi orang yang tidak menyebut nama Allah padanya.” HR. Tirmidzi: 25, Abu Dawud: 101, dishahihkan Syaikh Albani dalam Shohih Sunan Abi Dawud 1/37

Beliau juga bersabda yang artinya: “Berwudhulah kalian dengan (membaca) bisimillah.” HR. Ahmad 3/165. Berkata Syaikh Albani dalam Shahih Sunan an-Nasai: sanadnya shahih

3.      Mencuci kedua telapak tangan sebanyak tiga kali
Sebagaimana hadits yang bersumber dari Aus bin Abi Aus dari kakeknya, ia berkata: “Aku melihat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berwudhu, lalu beliau membasuh kedua telapak tangannya tiga kali.” HR. Ahmad 4/9, Nasai: 83. Berkata Syaikh Albani dalam Shahih Sunan an-Nasai: sanadnya shahih

4.      Berkumur-kumur (madhmadhoh) sambil menghirup air ke hidung (istinsyaq) dan mengeluarkannya kembali (istintsar), sebanyak tiga kali.
Berkumur-kumur dan menghirup air ke hidung ini dilakukan secara bersamaan dengan menggunakan satu telapak tangan kanan. Adapun istintsar dilakukan dengan tangan kiri.

Hal tersebut berdasarkan hadits yang bersumber dari ‘Abdu Khoir, ia berkata: “Kami pernah duduk memperhatikan Ali yang sedang berwudhu, lalu ia memasukkan tangan kanannya yang penuh air ke mulutnya berkumur-kumur sekaligus menghirup air ke dalam hidungnya, serta menghembuskan/menyemburkannya dengan tangan kiri. Hal ini dilakukan sebanyak tiga kali, kemudian dia (Ali) berkata: ‘Barangsiapa yang senang melihat bersucinya Rasulullah, maka inilah cara bersucinya.” HR. ad Darimi 1/178. Berkata Syaikh Albani dalam Misykatul Mashobih no. 441: sanadnya shahih

5.      Membasuh sebanyak tiga kali dan menyela-nyelai jenggot
Diriwayatkan dari Humron bin Aban, bahwa Utsman minta air wudhu, lalu ia berwudhu seperti wudhu Rasulullah. Ia (Humron) berkata:”…kemudian beliau (Utsman) membasuh mukanya sebanyak tiga kali.” HR. Bukhari: 1934, Muslim: 226

Sahabat Anas meriwayatkan bahwa Nabi shallallahu alaihi wa sallam bila berwudhu, beliau mengambil seciduk air (di telapak tangan) kemudian di masukkan ke bawah dagu-dagunya, lalu beliau menyela-nyelai jenggotnya seraya bersabda:”Beginilah Rabbku menyuruhku.” HR. Abu Dawud: 145 dan dishahihkan oleh Syaikh Albani dalam Shahih Abu Dawud 1/48

6.      Membasuh kedua tangan sampai siku sebanyak tiga kali dan menyela-nyelai jari-jemari
Sebab Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda yang artinya: “Apabila kamu berwudhu maka selailah jari-jemari tangan dan kakimu.” HR. Tirmidzi: 39. Berkata Syaikh Albani dalam Shahih Sunan at Tirmidzi 1/43: shahih

Dari Humron bin Aban bahwa Utsman minta air wudhu, lalu ia menyebut sifat (tata cara) wudhu Nabi, kemudian Humron berkata:”…kemudia ia (Utsman) membasuh tangannya yang kanan sampai siku, dilakukan tiga kali, dan yang kiri demikian pula.” HR. Bukhari: 1934, Muslim: 226

7.      Mengusap kepala sekali berserta kedua telinga
Sebab Rasulullah bersabda yang artinya: “Kedua telinga itu termasuk kepala.” HR. Abu Dawud: 143, Tirmidzi: 37, Ibnu Majah: 444. Dishahihkan Syaikh Albani dalam Shahih Sunan at Tirmidzi 1/41

Sahabat Utsman bin Affan berkata: “Aku melihat Rasulullah berwudhu lalu beliau mengusap kepalanya satu kali.” HR. Ibnu Majah: 435, dan dishahihkan oleh Syaikh Albani dalam Shahih Sunan Ibnu Majah 1/145

Adapun cara mengusap kepala dan telinga: sahabat Abdullah bin Zaid meriwayatkan bahwa Rasulullah mengusap kepalanya dengan dua tangan, lalu beliau menjalankan kedua tangannya ke belakang dan mengembalikannya, yaitu beliau mulai dengan bagian depan kepalanya, kemudian menjalankan kedua tangannya ke tengkuknya, lalu mengembalikan kedua tangannya tadi ke tempat di mana beliau memulai. HR. Bukhari: 185, Muslim: 235

Dan dalam riwayat Ibnu Abbas, beliau menyebutkan bahwasannya Rasulullah mengusap dua telinganya, bagian dalam dengan jari telunjuknya dan telinga bagian luarnya dengan ibu jarinya. HR. Tirmidzi: 36, Ibnu Majah: 439. Dishahihkan Syaikh Albani dalam Irwaul Gholil: 90

8.      Membasuh kaki beserta kedua mata kaki sambil menyela-nyelai jari-jari kaki
Allah Ta’ala berfirman yang artinya: “Dan basuhlah kaki-kakimu hingga dua mata kaki.” QS. Al Maidah [5]: 6

Rasulullah bersabda yang artinya: “Celakalah tumit-tumit (karena akan tersentuh) api neraka.” HR. Muslim: 241

Mustaurid bin Syaddad berkata: “Aku pernah melihat Rasulullah apabila berwudhu beliau menyela-nyelai jari-jari kedua kakinya dengan jari kelingkingnya.” HR. Abu Dawud: 148, Tirmidzi: 40, Ibnu Majah: 446, dan dishahihkan oleh Syaikh Albani dalam Shahih Sunan at Tirmidzi 1/43

9.      Berdoa
Dari Umar bin khoththob dia berkata: Rasulullah bersabda yang artinya: “Barangsiapa berwudhu dan membaguskan wudhunya, kemudian membaca doa:

“Ashadu anla ilaha ilallah wahdahula syarikalahu wa ashadu anna muhammadan abduhu wa rosuluhu allahummaj alni minattau wa bina waj alni minal mutathohhirin” yang artinya: “Aku bersaksi bahwa tidak ada illah (sesembahan) yang berhak disembah kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan Rasul (utusan) Nya. Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang suka bertaubat dan orang-orang yang mensucikan diri.

Maka akan dibukakan untuknya delapan pintu surga, ia boleh masuk dari pintu yang ia kehendaki.” HR. Muslim: 234, Tirmidzi: 55, Ibnu Majah: 470

Demikianlah wahai saudaraku, mudah-mudahan tulisan sederhana ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Dan semoga Allah senantiasa memberikan kemudahan kepada kita dalam mengamalkannya. Aamin. Wallahu A’lam.
(Abu Usamah)

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: