Hanya Allah Yang Mengetahui Ilmu Ghoib

Tidak sedikit kita jumpai orang-orang yang mengaku tahu urusan (ilmu) ghoib di zaman kita sekarang ini, disamping marak dan merebaknya praktek-praktek kesyirikan yang dilakukan oleh umat. Sungguh membuat miris dan sedih hati ini melihatnya. Apalagi, klaim (pengakuan) ini mereka jadikan sebagai profesi dan ladang bisnis untuk menipu dan memakan harta manusia dengan cara yang batil. Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un. Oleh sebab inilah, penulis ingin menyampaikan masalah ini menurut pandangan Islam agar kita tidak tertipu dan tidak melangkah tanpa dalil. Semoga Allah senantiasa memberi petunjuk kepada kita semua.

Pengertian Ghoib
Berkata ar-Roghib al-Asfahani: “(Ghoib adalah) sesuatu yang tidak dapat dijangkau oleh indera dan akal manusia, tetapi hanya diketahui berdasarkan wahyu yang diturunkan kepada para utusan-Nya.” Mufrodat li Alfazh al-Quran: 617

Berkata Ibnul Arobi: “Dan hakikatnya (ghoib) adalah semua yang tertutup dari pancaindera, dari hal yang tidak dapat dicapai kecuali dengan kabar, bukan dengan melihat; maka pahamilah.” Ahkamul Qur’an 1/8

Jadi, dari keterangan di atas, jelaslah bagi kita bahwa yang dimaksudkan dengan perkara ghoib ialah perkara yang tidak mungkin dijangkau oleh akal dan indera manusia, seperti: menetukan kapan hari kiamat, kapan kepastian lahir dan mati sesorang, apa yang pasti dilakukan oleh manusia atau makhluk lain untuk esok harinya, dan sebagainya.

Macam-macam ghoib
Wahai saudaraku, “ghoib” itu ada dua macam:

1. Ghoib mutlak
Ghoib jenis ini hanya Allah yang tahu. Seperti dzat Allah, sifat-sifat, dan perbuatan-Nya, alam malaikat, jin, ajal, alam kubur, hari kiamat, kebangkitan, hakikat surga, neraka, taqdir, rezeki, jodoh, dan semacamnya. Semua itu tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah. Bila ada yang mengaku tahu salah satu dari keghoiban di atas, maka jelas dia pendusta dan bahkan divonis kafir karena mendustakan ayat Allah Ta’ala.

2. Ghoib relative (nisbi)
Yakni sesuatu yang diketahui sebagian orang sedangkan yang lain tidak tahu. Misalnya: seorang suami pergi untuk suatu urusan, dan dia dikatakan ghoib dari istrinya; suatu ilmu pengetahuan bukan ghoib bagi sebagian orang tetapi ghoib bagi sebagian yang lain. Orang yang mengklaim tahu ghoib Jenis ini tidak mengapa, asalkan jujur dan didukung bukti yang benar.

Hukum Mengimani Perkara Ghoib
Wahai saudaraku – semoga Allah selalu merohmatimu – ketahuilah, bahwasannya wajib bagi setiap muslim untuk mengimani perkara ghoib yang bersumber dari wahyu Ilahi. Allah telah berfirman bahwa tanda-tanda orang yang bertaqwa dan orang yang beruntung di antaranya ialah sepenuhnya mengimani dan menyakini perkara ghoib sekalipun mereka tidak mampu melihatnya atau akal tidak mampu menjangkaunya. Firman Allah Ta’ala yang artinya: “(Yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghoib.” QS. Al-Baqarah [2]: 3

Al-Imam Ibnul Qoyyim berkata: “Maka tugasmu dan kabahagiaanmu, hendaknya mengimani perkara ghoib yang Allah hanya memperlihatkan kepada para utusan-Nya. Maka jika kalian mengimaninya dan yakin, kamu akan dapat pahala dan kemuliaan.” Zaadul Ma’ad 3/220

Ilmu Ghoib Hanyalah Milik Allah Semata
Wahai saudaraku, sesungguhnya bagi setiap orang yang mau tadabur (merenungkan, memahami, dan memperhatikan) al-Quran dengan baik niscaya dia akan menjumpai bahwa Allah telah menjelaskan secara gambling, tanpa meninggalkan karaguan sedikitpun bahwa ilmu ghoib hanyalah semata-mata milik Allah Ta’ala. Dialah yang tahu urusan ghoib dan di tangan-Nya lah kunci-kunci keghoiban.

Allah berfirman yang artinya: “Katakanlah: “Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghoib, kecuali Allah, “dan mereka tidak mengetahui kapan mereka akan dibangkitkan.” QS. An-Naml [27]: 65

Dan juga firman-Nya yang artinya: “Dan pada sisi Allah lah kunci-kunci semua yang ghoib; tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daunpun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).” QS. Al-An’am [6]: 59

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: “Kunci perkara ghoib itu ada lima, tidaklah ada yang mengetahuinya kecuali Allah. Tidaklah ada yang tahu umur bayi yang ada di dalam rahim kacuali Allah, dan tidaklah ada yang tahu apa yang diperbuat waktu besok kecuali Allah, dan tidaklah ada yang tahu kapan datangnya hujan kecuali Allah, dan tidaklah ada satu jiwa pun yang mengetahui di mana dia meninggal dunia melainkan Allah, dan tidaklah seorang pun yang tahu kapan datangnya hari kiamat melainkan Allah.” HR. Bukhari: 7379

Berkata Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Sa’di: “Lima perkara ini termasuk perkara-perkara yang Allah menyembunyikan ilmunya dari semua makhluk. Tidak mengetahuinya (sekalipun dia) nabi yang diutus dan tidak pula malaikat yang didekatkan, lebih-lebih dari selain mereka.” Taisir al-Karimir Rohman: 221

Makhluk yang Tahu Urusan Ghoib
Wahai saudaraku, telah kita ketahui, Allah menghukumi bahwa perkara ghoib termasuk kekhususan-Nya. Tidak ada seorang pun dari makhluk-Nya mengetahui perkara ghoib ini, kecuali yang Allah kehendaki dari kalangan para rosul (utusan)-Nya dengan memberi wahyu kepada mereka.

Allah Ta’ala berfirman yang artinya: “(Dia adalah Tuhan) yang mengetahui yang ghoib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorang pun tentang yang ghoib itu, kecuali kepada Rasul yang diridhoi-Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di muka dan di belakangnya.” QS. Al-Jin [72]: 26-27

Ibnu Abbas berkata: “Maksud ayat ini, Allah hanya memberi tahu kepada para utusan-Nya perkara ghoib melewati wahyu. Selanjutnya, mereka memperlihatkan kepada umatnya perkara ghoib ini dan hokum Allah lainnya, sedangkan selain utusan tidak ada yang mengetahuinya.” Tafsir ad-Durrul Mantsur 8/309

Meskipun demikian, tidaklah para utusan itu mengetahui perkara ghoib melainkan sebatas yang diberitahukan Allah kepadanya. Allah Ta’ala berfirman yang artinya: “Katakanlah, “Aku tidak mengatakan kepadamu bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan tidak (pula) aku mengetahui yang ghoib dan tidak (pula) aku mengatakan kepadamu bahwa aku seorang malaikat. Aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku kepadaku.” Katakanlah: “Apakah sama orang yang buta dengan yang melihat?” Maka apakah kamu tidak memikirkan(nya)?” QS. Al-An’am [6]: 50

Aisyah berkata: “Barangsiapa menceritakan kepadamu bahwa Nabi mengetahui apa yang terjadi waktu besok, sungguh dia telah berdusta.” Lalu Aisyah membacakan ayat (yang artinya): “Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok.” HR. Bukhari: 4855

Hukum Orang yang Mengaku Tahu Ilmu Ghoib
Seorang yang mengaku bahwa dia tahu urusan ghoib maka dia telah kafir. Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin berkata: “Hukum orang mengaku tahu ilmu yang ghoib adalah kafir, karena dia telah mendustakan Allah. Allah berfirman yang artinya: “Katakanlah: “Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang meengetahui perkara yang ghoib, kecuali Allah”, dan mereka tidak mengetahui kapan mereka akan dibangkitkan.” Apabila Allah saja memerintahkan nabi-Nya mengumumkan kepada manusia bahwa tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara ghoib kecuali Allah, maka orang yang mengaku mengetahui ilmu ghoib sungguh telah mendustakan Allah terhadap berita ini. Fatwa Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin 1/ 32

Wahai saudaraku seiman, demikianlah pembahasan yang dapat kami hadirkan. Kita berdoa kepada Allah agar menjadikan kita semua termasuk orang-orang yang memiliki keimanan secara benar, dan senantiasa berpegang teguh dengan kitab-Nya dan sunnah rasul-Nya Muhammad shallallahu alaihi wa sallam. Aamin ya Rabbal ‘alamin. Wallahu Ta’ala A’lam.
(Abu Usamah)

Post a comment or leave a trackback: Trackback URL.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: