Monthly Archives: November 2010

Arti Sebuah Kesabaran

Sesungguhnya kehidupan ini tidak akan pernah terlepas dari ujian dan ujian. Di antara ujian dan cobaan yang diberikan Allah kepada umat manusia adalah menahan diri dari melakukan sesuatu atau dalam meninggalkan sesuatu, semata-mata untuk mengharap ridho Allah. Dan inilah yang biasa kita kenal dengan sebutan “sabar”. Berkali-kali Allah menyinggung perkara ini dalam al-Quran dan berkali-kali pula Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mengingatkan kepada kita umatnya tentang hal ini. Mengingat betapa pentingnya arti sebuah kesabaran dalam menjalani kehidupan di dunia yang fana ini, maka perlu kiranya bagi kita semua untuk mengkaji sifat yang satu ini. Sebab, ada kemungkinan kita bisa meningkatkan kesabaran karena adanya kesadaran, dan kesadaran itu sendiri bias timbul dengan adanya ilmu atau pengetahuan.

 

Definisi Sabar

Sabar secara bahasa berasal dari kata ash-shobru, maknanya adalah al-hasbu atau al-kaffu yang artinya menahan. Firman Allah Ta’ala yang artinya: ”Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Rabbnya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhoan-Nya.” QS. Al-Kahfi [18]: 28. Maksud sabar di atas adalah menahan. (Lihat Mu’jamul Wasith 1/505 dan Madarijus Salikin 2/187)

 

Baca selanjutnya…

Advertisements

Donasi Pembangunan Masjid An-Najiyah

إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا، ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له، ومن يضلل فلا هادي له، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدا عبده ورسوله. صلى الله عليه وعلى آله وأصحابه وأتباعه بإحسان إلى يوم الدين

فإن أصدق الحديث كتاب الله و خير الهدي هدي محمد صلى الله عليه و سلم و شر الأمور محدثاتها فإن كل محدثات بدعة وكل بدعة ضلالة و كل ضلالة فى النار

أم بعد

Alhamdulillah puji dan syukur kita panjatkan Kehadirat Allah ’Azza wa Jalla, kita memohon perlindunganNya, kita meminta kepadaNya, kita memohon ampunan dari segala kejelekan diri kita dan dari setiap keburukan amalan kita. Karena barangsiapa yang diberikan petunjuk oleh Allah, niscaya tidak akan ada yang mampu untuk menyesatkannya, dan barangsiapa yang disesatkan olehNya, niscaya tidak akan ada seorangpun yang mampu memberinya petunjuk. Kita bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang patut disembah melainkan Allah Jalla wa `Ala, Dzat yang Maha Esa, tidak ada sekutu baginya. Dan kita bersaksi bahwa Muhammad shallallahu `alahi wa sallam adalah seorang hamba dan utusanNya.

Baca selanjutnya…

Munculnya Hadits Palsu

Oleh: Muhammad Nur Ichwan Muslim

Pengertiannya Hadist Palsu

Kedustaan yang dibuat-buat kemudian disandarkan kepada Rasulullah. Rasulullah Shallallahu alaihi wasalam telah mengisyaratkan bahwa akan ada nanti orang-orang yang membuat hadits palsu dengan sabdanya: “Akan datang di akhir zaman nanti para dajjal dan pendusta, mereka mendatangimu dengan hadits-hadits yang belum pernah kamu dengar juga belum pernah di dengar oleh bapak-bapak kamu, maka berhati-hatilah kamu dari mereka, jangan sampai mereka menyesatkan kamu dan menimbulkan fitnah terhadapmu.” (HR Muslim)

Derajatnya dalam ilmu Mushthalah Hadits

adalah termasuk ke dalam bagian dari hadits dhaif bahkan pada derajat yang paling rendah.

Hukum meriwayatkannya:

Baca selanjutnya…

Tanda-Tanda Haji Mabrur

Ajaran Islam dalam semua aspeknya memiliki hikmah dan tujuan tertentu. Hikmah dan tujuan ini diistilahkan oleh para ulama dengan maqashid syari’ah, yaitu berbagai maslahat yang bisa diraih seorang hamba, baik di dunia maupun di akhirat.

Adapun maslahat akhirat, orang-orang shaleh ditunggu oleh kenikmatan tiada tara yang terangkum dalam sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam (hadits qudsi),

أَعْدَدْتُ لِعِبَادِى الصَّالِحِينَ مَا لاَ عَيْنَ رَأَتْ ، وَلاَ أُذُنَ سَمِعَتْ ، وَلاَ خَطَرَ عَلَى قَلْبِ بَشَرٍ

“Allah berfirman (yang artinya): Telah Aku siapkan untuk hamba-hambaKu yang shaleh kenikmatan yang tidak pernah dilihat mata, tidak pernah didengar telinga, dan tidak pernah terdetik di hati manusia.”[1]

Untuk haji secara khusus, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

والْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلاَّ الْجَنَّةُ

“Haji yang mabrur tidak lain pahalanya adalah surga.”[2]

Baca selanjutnya…

Istighfar dan Taubat, Sebab Diturunkannya Rizki

Hakikat Istighfar dan Taubat

Sebagian orang menyangka, bahwa istighfar dan taubat hanyalah dengan lisan semata. Sebagian mereka mengucapkan: (Aku memohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepadaNya). Tetapi kalimat-kalimat tersebut tidak membekas di dalam hati, juga tidak berpengaruh dalam perbuatan anggota badan.

Imam An-Nawawi menjelaskan: “Para ulama berkata, ‘Bertaubat dari setiap dosa hukumnya wajib. Jika maksiat (dosa) itu antara hamba dengan Allah, maka syaratnya ada tiga:

Pertama, menjauhi maksiat tersebut.

Kedua, menyesali perbuatan (maksiat) nya.

Ketiga, berkeinginan dengan tekad yang kuat untuk tidak mengulanginya lagi.

Baca selanjutnya…